Cara Mengatasi Low Value Content untuk Blogger
Salah satu masalah yang sering kita hadapi termasuk saya sebagai seorang blogger adalah penolakan permohonan ke Adsense dengan alasan low value content.
Low value content merujuk kepada website atau blog yang tidak memiliki originalitas, nilai tambah dan dibuat hanya untuk mesin pencari dan bukan untuk pembaca.
Kalau kamu pernah ditolak Adsense disebabkan alasan ini kamu tidak sendiri saya sendiri juga berkali-kali pernah ada di situasi ini. Maka dari itu di post kali ini saya mahu share ke kamu sebagai blogger gimana cara untuk kita mengatasi isu ini.
Berikut adalah cara mengatasi low value content dari pemahaman dan sudut pandang saya berlandaskan pedoman Google:
Aplikasikan audience first mindset

Dari penjelasan ini yang saya ambil dari dokumentasi Google mengatakan kita harus membuat konten yang membantu, bisa dipercaya dan konten yang dibuat untuk manusia bukan untuk mesin pencari.
Maka kita dapat simpulkan yang pertama kita harus memiliki dan menerapkan audience first mindset. Ertinya apapun juga keputusan yang kita buat harus berdasarkan kebutuhan audience kita. Misal kalau audience kita adalah blogger pemula, maka kita akan berpikir si audience sebagai pemula apa ya yang dia butuhkan, apa ya yang jadi frustation nya dia, apa ya yang jadi goals nya dia.
Dari sana kita gali dan mendapatkan informasi sedalam mungkin dan tentunya nanti akan menolong dalam kita membuat ide-ide konten berdasarkan si audiens tersebut, ini yang saya maksudkan sebagai audience first mindet.
Berangkat dari sana tulislah artikel yang benar-benar membantu si audiens menyelesaikan masalah mereka. Lupakan segala trik-trik SEO jadul, tuliskan konten dengan fokus agar masalah si pembaca terselesaikan.
Buat pembaca yang datang ke blog kita jatuh cinta dengan tulisan-tulisan kita. Itu yang selalu saya tanyakan kepada diri saya apakah tulisan saya ini membantu mereka tidak, jadikan itu sebagai patokan bukan kepada hal-hal seperti jumlah kata dan lain-lain.
Bagi kamu yang mungkin sudah nulis banyak artikel lantas harus gimana apakah harus delete ulang dan nulis baru lagi. Saran saya tidak perlu, kamu hanya perlu mengedit dan menyesuaikan dengan siapa target audience yang kamu incar, perbaiki dan republish.
Tampilkan latar belakang penulis yang relevan
Tujuan dari menampilkan latar belakang penulis di blog yang kita tulis adalah agar pembaca yakin dan percaya kepada informasi yang ditulis kerana disampaikan oleh seorang yang berpengalaman di bidangnya.
Bayangkan saja, kalau kita sendiri ada orang yang tiba-tiba datang ke kita dan mengatakan dia adalah seorang dokter tanpa sebarang bukti sertifikasi saya yakin kita akan ragu-ragu dan segala hal yang dia sampaikan belum tentu akan kita percayai sebagai kebenaran.
Kebalikannya jika seorang dokter yang kita kenal dan kita tahu memiliki sertifikasi di satu bidang kedokteran, tentu kita akan jauh lebih mudah untuk mempercayai apa yang dia katakan karena dia terpercaya dan memiliki sertifikat.
Begitu juga dalam dunia blog, kalau kamu nampilkan siapa penulis dan latar belakang audience akan kenal dan kepercayaan akan lebih mudah terbangun berbanding di profilnya hanya tertulis tim penulis kalau di saya kesannya seperti yang nulis itu bukan manusia.
Jadi sedapat mungkin tampilkan latar belakang penulis biar singkat gak apa-apa.
Perhatikan tampilan dan hal-hal teknis di blog
Bagi saya tampilan blog kita itu umpama seperti desain rumah di mata pembaca.
Maka dari itu pilihlah themes blog yang cocok bagi audiens kita, misal saja kalau audiens kita adalah ibu-ibu muda mungkin kita bisa ngambil warna soft pink atau warna-warna yang disukai oleh ibu-ibu muda.
Ingat jangan idealis kita harus objektif membuat keputusan berdasarkan audiens kita bukan hanya setakat apa yang saya suka.
Terkait hal-hal teknis, perhatikan kecepatan blog dan hosting. Ini sangat penting, karena kalau blog kita lemot otomatis itu menganggu kenyamanan si pembaca apalagi hari-hari gini orang gak mau tunggu, jadi kita harus pastikan dalam hal ini benar-benar tidak ada sebarang teknikal isu.
Itu sebabnya penting untuk kita melakukan auditing blog banyak kok tutorial di youtube cara mengaudit teknis blog yang bisa kita pelajari, kalau kayak saya yang bukan latar belakang programmer biasanya outsource freelancer aja untuk perbaiki hal-hal teknis.
Mending saya rugi duit berbanding saya kehilangan uang di masa depan, kira-kira mindset saya kayak gitu.
Promosikan blog
Ini hal yang selalu saya lakukan di blog-blog saya sebelum mendaftar Adsense, tujuannya adalah untuk membantu audiens bukan hanya sekadar mendapatkan trafik. Bila kamu mempromosikan blog kamu di tempat yang tepat maka orang-orang yang terbantu dari artikel kamu sendiri yang akan ngeshare blog kamu di temen-temen mereka atau istilah kerennya word of mouth.
Di hari-hari ini banyak ya pilihan yang ada untuk kita gunakan dalam mempromosikan blog kita. Secara peribadi, saya suka memanfaatkan Facebook dengan cara berbayar. Kenapa harus berbayar? Karena saya mahu menjangkau pembaca yang sesuai dengan yang saya incar.
Kamu gak harus ikutan sama intinya gunakan platform yang ada di kamu untuk mempromosikan blog kamu.
Memperbaiki low value content adalah langkah penting supaya blog kamu bisa berkembang.
Tapi tentu saja tujuan akhirnya bukan hanya trafik, melainkan menghasilkan uang dari blog. Kalau kamu ingin tahu bagaimana blog bisa dimonetisasi sampai menghasilkan miliaran baca artikel di bawah.
Penutup
Pada akhirnya di era SEO zaman sekarang kita harus benar-benar terfokus pada audiens lupakan segala trik atau tips cepat yang tidak selaras dengan pedoman dari Google.
Kuncinya disana, sebagaimana Google itu fokus pada audiens kita juga harus memiliki fokus yang sama dengan Google iaitu untuk membantu audiens mencapai goals mereka melalui artikel yang kita sajikan.
Menurut kamu dari poin-poin di atas mana yang paling relate sama kamu? Komen di bawah.



