Apa yang Saya Pelajari Selama 14 Tahun Jadi Blogger
Pada artikel ini saya mau curhat dari pengalaman saya blogging selama 14 tahun ke belakang. Semoga apa yang saya tulis ini bisa bantu kamu untuk belajar dan menghindari kesalahan yang pernah saya buat.
Berikut adalah beberapa hal saya pelajari selama beberapa tahun ke belakang sebagai seorang blogger.
Blogging bukan hanya soal uang
Ya kamu tidak salah dengar. Dari pengalaman saya menyadari ternyata blogging itu sebetulnya adalah panggilan. Sesuatu yang ada di dalam DNA seseorang yang tidak akan pernah hilang karena Tuhan yang menaruh panggilan itu di dalam diri seseorang.
Sampai hari ini pun kalo dikasi pilihan mau ngonten melalui video atau tulisan saya 100% akan milih untuk menulis.
Kenapa? Kan kalau video viral bisa dapat cuan gede kalo nulis ya kapan dapat duitnya, kelamaan.
Ya kamu benar tapi kebenaran itu tidak untuk semua orang. Yang namanya panggilan itu gak akan lari kemana, kayak saya. Dulu pernah pindah fokus ke trading, dropship dan bisnis bisnis lain tapi akhirnya ke stop juga dan kembali ke panggilan saya iaitu nulis, bercerita melalui tulisan.
Di hari ini perspektif saya uang itu adalah konsekuensi natural yang pasti akan mengikuti saya dalam perjalanan blogging asalkan apa yang saya buat dikerjakan dengan maksimal. Yang saya pegang adalah kerjakan dengan sepenuh hati nulis untuk ngebantu audiens bukan untuk mesin pencari hasilnya pasti akan mengikuti.
Ekspektasi hanya akan jadi penghambat
Di waktu baru mulai dulu saya ingat yang jadi ekspektasi saya adalah dapat duit secepatnya dengan nulis. Baru mulai udah naruh target tinggi seperti itu hasilnya di 3-6 bulan pertama kecewa karena tidak mendapatkan apa yang jadi ekspektasi.
Beberapa tahun kemudian saya menyadari dalam perjalanan blogging yang harus kita fokuskan adalah proses yang kita jalani setiap hari. Proses itulah yang harus kita cintai. Waktu-waktu ketika kita stuck, hilang arah, hilang mood dan lain sebagainya.
Ketika saya membuang semua ekspektasi apapun itu harus ini harus itu saya menemukan dengan sendirinya cara untuk saya mencintai proses blogging itu sendiri. Karena sudah tidak ada ekspektasi tapi berfokus kepada prosesnya.
Istilahnya benih untuk ngeblog itu sudah ada dalam diri tinggal diakalin bagaimana caranya agar kita bisa terus konsisten untuk ada di jalur ini. Poinnya adalah fokuslah pada proses dalam kamu ngeblog bukan hanya kepada hasil semata, nikmatin seluruh proses dan terus improve.
Fokuslah kepada audiens bukan hanya pada strategi SEO
Kalau kamu buka di mana-mana platform media yang ada di hari ini hampir kebanyakan orang-orang SEO pada ngebahas AI, teknis itu ini, GEO, AEO tidak ada hujungnya dan sangat jarang orang yang membahas strategi yang lebih berfokus kepada manusianya atau si pembaca.
Saya mengerti hal-hal tersebut penting tapi ada yang lebih penting di atas semuanya itu iaitu kita mengenal siapa audiens (pembaca) blog kita.
Itu sebabnya strategi SEO yang saya gunakan adalah Audience First SEO Strategy.
Secara logika, kita ini nulis untuk manusia bukan untuk mesin pencari. Agar tulisan kita tepat sasaran kita perlu mengenal siapa audiens kita. Itu poin saya.
Harus sabar
Ini hal yang tidak semua orang bisa lakuin iaitu sabar. Berbeda dengan iklan, pasang hari ini hasilnya juga sudah mulai kelihatan.
Sayangnya dalam blogging hal tersebut tidak seperti demikian. Kalau misal kamu buat blog di bulan Januari dan mungkin mulai nulis di bulan Februari artikel atau blog kamu tidak akan langsung terindex ke mesin pencari.
Butuh waktu pada umumnya dalam 6-12 bulan untuk bisa mulai melihat trafik yang datang ke blog kamu. (berbeda mengikut berbagai faktor seperti kompetisi, kualitas konten dan lain-lain)
Kalau kamu siap untuk menjalani realiti ini maka kamu sudah berada di track yang benar, tapi kalau kamu orangnya mau yang serba cepat maka push marketing atau menggunakan iklan mungkin lebih cocok buat kamu.
Bergurulah pada mentor yang tepat
Saya bersyukur secara peribadi dari sejak berpetualang dalam dunia blogging dan SEO saya menemukan mentor-mentor yang tepat.
Dan itulah yang membawa saya di titik ini. Mentor yang tepat yang saya maksudkan bukan mentor yang punya 1 juta followers bukan tapi mentor yang lakuin apa yang dia omongkan.
Salah satu mentor saya adalah seseorang yang memiliki SEO agency dan memiliki portofolio yang sangat luar biasa. Bagi saya itu adalah mentor yang tepat bukan hanya mentor yang self claim tanpa ada sebarang kredibilitas yang bisa dipertanggungjawabkan.
Cara saya untuk berguru pada mentor yang saya terapkan dari dulu adalah seperti berikut:
- Memulakan blog dari nol (beli domain & hosting, tracking, setting WordPress dan lain-lain)
- Nulis artikel di satu topik sampai kelar setelah itu baru pindah ke topik lain
- Mempromosikan blog
- Setelah jalan dalam 6-12 bulan tergantung performa blog barulah saya akan mengambil private consultation ke mentor saya (bayar sekali sahaja untuk satu sesi). Disini saya akan konsultasi untuk blog yang sudah saya kembangkan, disini saya akan mendapatkan insight dan sekaligus saya pelajari pola serta cara-cara yang benar untuk action plan ke depan.
- Di satu titik tertentu jika blog yang saya kelola benar-benar bertumbuh dan mulai menghasilkan saya akan ambil lagi sesi konsultasi untuk meng-scale pertumbuhan blog saya. (ikut keadaan)
Cara ini lebih spesifik dan saya bilang jauh lebih murah berbanding kamu ikutan bootcamp yang harga puluhan juta habis itu kamu ditinggalin tidak ada yang memandu kamu dalam perjalanan blogging kamu.
Kalau kamu mengaplikasikan ini satu waktu kamu akan memiliki skill SEO yang bisa kamu gunakan terus menerus sepanjang perjalanan blogging kamu.
Penutup
Realitanya dunia blogging itu tidak mudah. Serius. Tapi kalau itu adalah jalan ninja yang kamu pilih tekunilah, jalanilah dan cintailah prosesnya. Semoga tulisan ini dapat ngasih insight kepada kamu. Menurut kamu mana poin yang paling relate? Komen di bawah.



