Alasan kenapa banyak berhenti blogging

Ini Dia Alasan Mengapa Banyak Blogger Berhenti Blogging (dari pengalaman)

Tidak dinafikan blogging di era AI ini bukan lagi topik yang banyak dibicarakan berbanding hal lain. Kalau dulu di tahun-tahun 2012 sewaktu saya mulai ngeblog komunitas blogger menjamur di mana-mana, hampir tiap bulan ada aja pertemuan blogger-blogger yang membahas tentang hal seputar blogging.

Tapi makin kesini dengan banyaknya hal baru dan perubahan yang cukup merubah cara orang melakukan pencarian selain Googling maka blogging bukan lagi menjadi pilihan paling utama sehingga ada banyak yang dulunya blogger berhenti ngeblog.

Secara peribadi saya juga dulu beberapa tahun silam juga pernah berehat dari blogging gak berhenti total dikarenakan banyak distraksi. Biar kamu juga tahu kenapa sih banyak blogger di hari-hari ini berhenti ngeblog baca deh penjelasan di bawah.

Burnout yang saya maksudkan disini selain dari bosan dengan pekerjaan blogging adalah kepenatan secara mental, fisik dan emosi. Kalau dalam bahasa sederhana cape fikiran dan tubuh sehingga kehilangan mood, semangat untuk ngeblog.

Jujur saya juga ada di fasa ini dulu. Apalagi di waktu-waktu itu barusan ditolak permohonan monetisasi Adsense rasanya jatuh ditimpa tangga. Akhirnya dari sana berhenti untuk cooling down dan berlanjut libur blogging sampailah berhenti total.

Poin ini saya ambil dari kak Nurul, dari artikel beliau yang berjudul Selamat Tinggal Kerjaya Blogger Sepenuh Masa — Aku Pilih Untuk Berhenti.

Apa yang beliau ceritakan di sana adalah keadaan yang riil kadang bila kita terlalu lama ngulang ngelakuin satu pekerjaan yang berulang selain daripada bosan ada waktu passion atau minat nulis itu bisa hilang.

Hari-hari ini kita bukan kekurangan sumber informasi tapi kita kebanyakan informasi. Tahun demi tahun juga kalau kita perhatikan ada berbagai macam trend yang bermunculan.

Saking banyaknya informasi maupun trend yang ada akhirnya kita menjadi tidak fokus. Bilang si A saham lagi naik daun kita investasi disana. Bilang si B kripto lagi bull run kita juga ikutan juga disana.

Akibatnya kita menjadi analysis paralysis. Saking banyak yang ingin kita tekuni akhirnya gak ada satu pun yang kita pilih dan buat dengan tekun alias nol tidak ada hasil sama sekali.

Masalah peribadi yang saya maksudkan adalah hal hal yang dapat menganggu kehidupan harian seperti tekanan, stres, lingkungan kerja maupun keluarga yang menekan dan tidak menutup kemungkinan juga penyakit yang tidak ada hentinya.

Ini saya alami secara peribadi.

Beberapa tahun lalu, saya sendiri pernah divonis dokter mengalami panic attack. Di fase itu, hal-hal kecil pun terasa berat, apalagi harus mikir konten dan strategi.

Syukurnya, waktu itu saya ambil keputusan yang tepat: saya datang ke konselor dan minta bantuan. Prosesnya tidak instan, tapi perlahan saya pulih.

Dan jujur, keputusan itu yang membuat saya masih berada di dunia blogging sampai hari ini. Kalau waktu itu saya mengabaikan kondisi diri sendiri, mungkin blog ini tidak akan pernah ada.

Setelah tahu alasan-alasan kenapa banyak blogger berhenti blogging, kamu pasti penasaran: berapa lama sih blog biasanya mulai menghasilkan uang? Cari tahu jawabannya di artikel dibawah.

Bagi saya blogging atau ngeblog itu adalah sebuah panggilan. Blogging bukan untuk semua orang. Justru bagi saya saya bertahan sampai di detik ini dalam dunia blogging karna hal tersebut, saya tidak bisa menghilangkan panggilan itu dalam diri saya karna itulah yang Tuhan sudah taruh dalam diri saya.

Kalau kamu mahu memulai blogging, jangan terburu-buru ambillah waktu untuk berpikir kamu mahu ngeblog untuk apa. Apakah hanya untuk sekadar cari uang doang atau mungkin ada alasan kuat di balik keinginan kamu untuk blogging.